Kepala MTsN 6 Bantul Terima Penghargaan Terbaik I ‘ASN Excellent’

 

(BANTUL, 3 Januari 2024)- Akhir tahun 2023 menjadi momentum emas bagi Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Bantul (MTsN 6 Bantul) dan Kepala Madrasah, Mafrudah. Pasalnya, dalam upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Kabupaten Bantul yang dilaksanakan pada tanggal 3 Januari 2024, Mafrudah menerima Penghargaan “ASN Excellent” dari Kemenag Kabupaten Bantul.

Piagam prestasi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul, Ahmad Sidqi, sebagai pengakuan atas dedikasi dan kinerja luar biasa MTsN 6 Bantul di tahun 2023. Penganugerahan ini menjadi salah satu dari puluhan prestasi dan ribuan kejuaraan yang diraih oleh warga Matsanaba sepanjang tahun lalu.

Dalam pernyataannya yang juga di kutip dalam laman menpan.go.id, Ahmad Sidqi, Kepala Kankemenag Bantul, menyampaikan bahwa acara peringatan HAB ini diadakan sebagai ungkapan syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan sehingga masih dapat memperingati HAB tahun 2024. “Setiap HAB, kita dituntut untuk lebih mengamalkan diri kita untuk masyarakat Indonesia. Harapan kami, kita semua bisa menjadi pelayanan publik yang baik kepada masyarakat,” ucapnya.

Kepala Madrasah Mafrudah menyambut penghargaan ini dengan perasaan senang dan bersyukur. Beliau menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas sebagai lembaga pendidikan. “Prestasi ini adalah hasil kerjasama dan komitmen seluruh warga MTsN 6 Bantul. Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi kita untuk terus berkontribusi positif bagi pendidikan di Kabupaten Bantul,” ungkap Mafrudah.

MTsN 6 Bantul berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik dalam mendidik generasi muda dan berperan aktif dalam pembangunan pendidikan di daerah ini. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga sebagai cerminan semangat kolektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul dan berkualitas.

 

 

 

Kepala MTsN 6 Bantul Guru Berprestasi Nasional

 Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Mafrudah berhasil meraih juara III dalam ajang anugerah guru dan tenaga kependidikan berprestasi untuk kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang telah digelar oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2023.

Penghargaan diberikan Dirjen Pendis Kemenag RI dalam acara Malam Tasyakuran Hari Guru Nasional 2023 yang berlangsung, Jumat (24/11/2023) di Gedung Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Mafrudah, Kepala MTsN 6 Bantul ini telah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan mengukir berbagai prestasi. Dengan motto hidup man jadda wajada, barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil, Mafrudah berhasil meraih berbagai prestasi yang sangat membanggakan di dunia pendidikan.

 

Mafrudah sangat bersyukur kepada Allah SWT, sampai pada capaiannya saat ini. “Terima kasih atas doa dan support semua. Semoga anugerah ini membawa manfaat keberkahan bagi semua khususnya madrasah dan dapat menginspirasi serta memotivasi GTK Madrasah”, ungkap Mafrudah

 

“Selamat atas penghargaan yang telah diberikan, semoga apa yang telah diraih oleh ibu Kepala MTsN 6 Bantul dapat menginspirasi kita semua agar bisa meraih berbagai penghargaan seperti beliau”, kata Ahmad Shidqi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. (Fie)

Mafrudah Kepala Matsanaba Raih Juara III Tingkat Nasional dengan Program 6+Pro U

Pendidikan dianggap sebagai investasi masa depan yang harus terus diupayakan dengan berbagai inovasi sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kemajuan teknologi. Hal ini menjadi tekad dan motivasi bagi Mafrudah, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Bantul, yang berhasil menciptakan program unggulan bernama “6+ Pro U Matsanaba.” Dengan program ini, MTsN 6 Bantul sukses meraih berbagai prestasi luar biasa, baik di tingkat nasional pekan lalu di Jakarta. Even bergengsi ini di selenggarakan oleh Direktorat GTK Kementerian Agama RI. Setelah melalui serangkaian seleksi ketat, Mafrudah berhasil menyisihkan ratusan peserta dari 18 provinsi yang menjadi kandidat anugerah GTK.Program “6+ Pro U Matsanaba” tidak hanya menjadi wadah pembelajaran formal, tetapi juga menciptakan ruang bagi siswa-siswi untuk menggali dan mengembangkan bakat mereka. Prestasi yang diraih para siswa tidak hanya membanggakan MTsN 6 Bantul sebagai institusi pendidikan, tetapi juga mencerminkan keberhasilan mereka dalam menemukan potensi diri. Dengan dedikasinya, Mafrudah berhasil menjadikan MTsN 6 Bantul sebagai salah satu madrasah unggulan di kabupaten maupun provinsi. Prestasi yang diraih melalui program unggulan ini menandakan bahwa inisiatif dan komitmen dalam dunia pendidikan layak diapresiasi.

Sejak menjabat sebagai Kepala MTsN 6 Bantul tiga tahun lalu, Mafrudah berhasil mengubah citra madrasah menjadi lebih modern dan progresif. MTsN 6 Bantul kini dikenal sebagai madrasah yang ramah anak, digital, aktif literasi, dan berbasis Adiwiyata. Berbagai inovasi yang diterapkan berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan mendukung perkembangan holistik siswa.

Bu Wiwik, salah satu guru di MTsN 6 Bantul, menyampaikan rasa bangga dan senang atas kehadiran Mafrudah sebagai Kepala Madrasah. “Alhamdulillah, kami merasa bangga dan senang dengan kehadiran Ibu Mafrudah sebagai kepala madrasah di MTsN 6 Bantul. Tekad dan semangat beliau dalam bekerja dan mengabdi sebagai pendidik serta kepala madrasah mampu memotivasi kami untuk memberikan yang terbaik kepada negara”,ujar Wiwik.

Dengan berbagai prestasi yang diraih, MTsN 6 Bantul di bawah kepemimpinannya bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi telah menjadi sumber inspirasi bagi madrasah-madrasah lainnya. Keberhasilan ini bukan hanya milik Mafrudah dan para guru, tetapi juga hasil kolaborasi dan semangat bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. (kla)

 

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Mafrudah Kepala Matsanaba Raih Juara III Tingkat Nasional dengan Program 6+Pro U”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/elywidayati4333/656d2a6dde948f4c4d75ae62/mafrudah-kepala-matsanaba-raih-juara-iii-tingkat-nasional-dengan-program-6-pro-u

Kreator: Ely Widayati

 

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Hari Ketiga PAS, Siswa MTsN 6 Bantul Masih Antusias Gunakan JMD

Bantul – (MTsN 6 Bantul) Penggunaan aplikasi Jogja Madrasah Digital (JMD) dianjurkan oleh Kanwil Kementerian Agama Yogyakarta. MTsN 6 Bantul terus konsisten dalam memanfaatkan dan mengintegrasikan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar. Teknologi yang menyediakan berbagai fitur yang mendukung guru dan siswa dalam pembelajaran, termasuk ujian online, materi interaktif, dan evaluasi kemajuan belajar untuk memudahkan proses pembelajaran dan penilaian siswa.

Rabu (29/11/2023) adalah hari ketiga pelaksanaan PAS di MTsN 6 Bantul tahun pelajaran 2023-2024.  Siswa juga merespon positif terhadap penggunaan aplikasi JMD. Qiqi Sabila Haqii, seorang siswa kelas IX, mengatakan, “Saya suka ujian online seperti ini. Lebih seru, dan kita bisa langsung tahu hasilnya setelah selesai. Aplikasinya juga mudah digunakan.”

Kepala MTsN 6 Bantul,  Mafrudah juga menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran adalah langkah yang sangat positif. “Kami berusaha terus meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah ini. Pemanfaatan aplikasi Jogja Madrasah Digital di ujian ini akan kami pantau perkembangannya guna menuju pembelajaran yang lebih modern dan efektif,” ujar Mafrudah.

“Dengan pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan PAS, MTsN 6 Bantul tidak hanya menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi para siswa. Semoga langkah inovatif ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran,” ungkap Novrita yang memanfaatkan JMD untuk mengunggah soal PAS. (nov)

Guru MTs 6 Bantul Terima Hadiah dalam Acara Senam HUT PGRI Bantul ke-78 di Stadion Sultan Agung

Bantul (MTsN 6 Bantul) –  Suasana kegembiraan menyelimuti guru MTsN 6  Bantul dalam rangka peringatan HUT PGRI yang ke-78, Sabtu (25/11/2023). Kali ini, acara senam yang diikuti oleh para guru mulai dari tingkat Paud ,TK ,SD/MI, SMP /MTs dan SMA /SMK /Aliyah  menjadi puncak keceriaan dengan pemberian hadiah doorprize. Guru-guru MTsN 6 Bantul mengikuti  senam dan penuh semangat yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT PGRI yang lainya. Para peserta senam menggambarkan kolaborasi dan kebersamaan, memperlihatkan semangat dalam menjalani tugas mulia mereka sebagai pendidik.

Kepala MTs 6 Bantul Mafrudah menyampaikan apresiasi kepada para guru yang turut serta aktif dalam kegiatan senam di stadion Sultan Agung  “Senam ini bukan hanya sebagai wujud kebugaran jasmani, tetapi juga simbol kekompakan dan semangat juang dalam dunia pendidikan,” ungkapnya. Sutarti dan Ibu Susi Puspitasari adalah dua guru MTsN 6  Bantul sangat gembira  karena  mendapat hadiah  berwujud kompor gas . Keduanya menerima hadiah secara langsung dari panitia penyelenggara, sambil disambut sorak-sorai meriah dari rekan-rekan guru dan peserta lainnya.

Pemberian hadiah ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi  senam, tetapi juga sebagai simbol motivasi untuk terus menginspirasi dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Semoga semangat kebersamaan dan prestasi ini dapat terus berkembang di MTsN 6 Bantul. Dengan penuh semangat dan dedikasi, para guru MTs melangkah maju menuju masa depan pendidikan yang lebih baik. Selamat HUT PGRI ke-78. (tar/put)

Asyiknya Belajar, Siswa MTsN 6 Bantul Jadikan Sampah sebagai Teman

Bantul – (MTsN 6 Bantul) Salah satu tema yang diusung dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di MTsN 6 Bantul adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Langkah nyata yang diambil oleh siswa adalah pembentukan kelompok diskusi dan penelitian tentang gaya hidup berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bahan diskusi hangat saat tim P5 tema gaya hidup berkelanjutan dengan koordinator Ma’mur Amprani, Jumat (24/11/2023) di ruang guru menyusun laporan pelaksanaan. Mereka secara aktif mempelajari konsep-konsep seperti pengurangan limbah, penghematan energi, dan penggunaan bahan ramah lingkungan. Diskusi ini dipandu oleh para guru yang berkomitmen untuk membimbing siswa dalam memahami dampak kecil yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan keberlanjutan.

“Kami bangga melihat semangat siswa-siswa kami dalam memahami dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Mereka bukan hanya pemimpin di masa depan, tetapi juga agen perubahan positif saat ini,” kata Mafrudah selaku Kepala Madrasah MTsN 6 Bantul. Beliau juga berpesan agar para koordinator pelaksanaan 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, Recover) segera mengambil langkah untuk menyusun kurikulum pembelajaran gaya hidup berkelanjutan. Selain itu, perlu memilih guru yang tepat untuk mengajar gaya hidup berkelanjutan, membuat jadwal dan menentukan hari pembelajaran, mengundang narasumber dari DLH Kabupaten Bantul, dan mempraktikkan materi yang diajarkan pada siswa.

Dengan semangat proaktif siswa MTsN 6 Bantul dalam mengadopsi gaya hidup berkelanjutan, harapannya adalah bahwa inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum sekolah, tetapi juga menjadi gaya hidup yang melekat dalam setiap individu, membentuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (mur/nov)

Tim Kwarda Pramuka DIY Lakukan Penilaian di MTsN 6 Bantul

(Bantul-MTsN 6 Bantul) – Gugus depan Pramuka menerima kehormatan besar dengan kunjungan tim penilai dari Kwarda Pramuka DIY pada Kamis (19/10/23). Kunjungan ini dipimpin oleh Kak Dijah, Kak Kamtiyono, Kak Ika Prasetyo (Kak Iped) dari Kwarda DIY, serta dihadiri oleh Supriyono Widodo dari Kwarcab Bantul, Pak Dwi Suharyono dari Kwarcab Bantul, dan Bu Sri Suharti dari DLH Bantul.

Kunjungan ini memiliki tujuan penting, yakni melakukan pemantauan terhadap gugus depan yang ramah lingkungan di MTsN 6 Bantul. Keberadaan tim penilai Kwarda Pramuka dan tamu dari Kwarcab Bantul dan DLH Bantul tentunya memberikan semangat dan dukungan dalam menjaga komitmen MTsN 6 Bantul terhadap prinsip-prinsip kelestarian lingkungan.

Kepala Madrasah,  Mafrudah, sangat bersemangat menyambut kunjungan ini dan mengharapkan hasil penilaian yang baik sebagai bentuk pengakuan atas upaya MTsN 6 Bantul dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung gerakan Pramuka. Semoga kunjungan ini menjadi langkah positif dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. (elw)

Edukasi Bersejarah, Siswa MTsN 6 Bantul Bertandang ke Obyek Sejarah Sumur Gumuling

(Bantul-MTsN 6 Bantul) – Kunjungan siswa kelas VII MTsN 6 Bantul ke Sumur Gumuling, yang terletak di jl. Jejeran Kedaton Pleret Bantul, adalah langkah edukasi yang patut diapresiasi.(20/10/23). Menurut koordinator pembelajaran Proyek Kurikulum Merdeka, Makmur Amrani,  membawa siswa-siswi ke situs sejarah ini adalah tindakan yang menunjukkan komitmen nyata untuk memperkaya proses pembelajaran.

Sumur Gumuling adalah salah satu peninggalan bersejarah yang berharga. Melalui kunjungan ini, siswa-siswi dapat merasakan sendiri atmosfer sejarah dan budaya yang melekat pada tempat ini. Mereka memiliki kesempatan untuk memahami aspek-aspek penting dari sejarah dan memahami bagaimana masa lalu membentuk identitas kita sebagai bangsa.

Edukasi bersejarah seperti ini memiliki dampak jangka panjang yang berharga. Selain memperluas pengetahuan siswa, kunjungan ini juga membantu mereka merasakan nilai-nilai warisan budaya yang perlu dijaga dan dihormati. Ini adalah langkah yang dapat membantu membentuk warga negara yang sadar akan sejarah dan budaya bangsanya.

Kepala madrasah Mafrudah mengelaborasi, “pembelajaran proyek Kurikulum Merdeka MTsN 6 Bantul merupakan salah satu upaya  dalam memperkaya pendidikan siswa.”. “Semoga inisiatif semacam ini terus tumbuh dan diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya, sehingga generasi muda kita akan terus terhubung dengan akar sejarah dan budaya yang kaya”, jelas Mafrudah. (elw)

Kepala MTsN 6 Bantul Ikuti Koordinasi Kepangkatan Integrasi Bagi Guru Pegawai

(Bantul-MTsN 6 Bantul) — partisipasi Kepala MTsN 6 Bantul dalam pertemuan koordinasi kepangkatan guru pegawai baru, yang diinisiasi oleh Kementerian Agama DI Yogyakarta, menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. (23/10/23). Rapat berlangsung di lantai III Kantor Kementerian Agama Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Jl. Sokonandi No 8 Yogyakarta. Dalam pertemuan ini, disampaikan bahwa guru pegawai harus mengisi Google form paling lambat pada tanggal 26 Oktober 2023. Langkah ini adalah salah satu upaya untuk memastikan transparansi dan akurasi data kepangkatan guru pegawai di wilayah tersebut.

Pentingnya mengecek data di MySAPK dan memastikan bahwa informasi yang tercantum benar, merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan kepangkatan guru pegawai sesuai dengan prestasi dan kontribusi yang telah diberikan. Kepala MTsN 6 Bantul dan rekan-rekan kepala madrasah lainnya di tingkat TK hingga Madrasah Aliyah, bersama-sama merespons panggilan ini dengan baik, menunjukkan komitmen kolektif mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Sistem perhitungan angka kredit yang ada sekarang ini akan dikonversikan menjadi sistem perhitungan angka kredit integrasi (PAK) Integrasi. Diharapkan sebelum akhir Desember 2023 guru pegawai harus mengganti PAK konvensional ke PAK integrasi. Pastikan data yang ada di MYSAPK sudah benar. Bagi guru pegawai dibawah golongan IV, tim penilainya ada di Kanwil Kemenag Yogyakarta. Golongan IV a,  tim penilainya dari pusat dan golongan IV b ke atas,  tim penilainya berada di Kemendikbud. 

Rapat ini tidak hanya dihadiri oleh kepala madrasah negeri, tetapi juga melibatkan kepala madrasah swasta, menandakan kerjasama yang baik antara berbagai lembaga pendidikan di wilayah tersebut. Hal ini sejalan dengan semangat inklusif dan kolaboratif yang diperlukan dalam upaya meningkatkan pendidikan di Yogyakarta. Pembukaan rapat oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Abdul Su’ud menegaskan pentingnya peran koordinasi dari pihak berwenang dalam menjaga kualitas pendidikan. Dengan sinergi antara kepala madrasah, guru pegawai, dan kementerian agama, diharapkan langkah-langkah ini akan memperkuat sistem kepangkatan guru pegawai, sehingga pendidikan di wilayah ini dapat terus meningkatkan mutunya.

Pertemuan ini memberikan gambaran positif tentang keseriusan dan kerjasama yang terjalin dalam upaya mencapai pendidikan berkualitas di DI Yogyakarta, dan semoga akan menghasilkan manfaat yang signifikan bagi pendidikan di wilayah ini. (elw)

Tumbuhkan Nilai Sila Pancasila, MTsN 6 Bantul Gelar HKP

Bantul (MTsN 6 Bantul) – Hari Kesaktian Pancasila adalah momen untuk menghormati dan mengenang seluruh pahlawan yang telah gugur dalam melindungi Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 01 Oktober guna merefleksikan arti kesaktian Pancasila dan pentingnya menjaga dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya untuk menyatukan cita-cita Indonesia. 

Mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju, Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MTsN 6 Bantul berlangsung khidmat dan lancar pada hari Minggu (1/10/2023). Upacara dilaksanakan pukul 07.00 WIB bertempat di halaman madrasah dan diikuti seluruh siswa, guru, dan pegawai dengan Pembina Upacara Kepala Tata Usaha Nasikhun Amin. 
Dalam amanat pembina upacara, Nasikhun Amin menegaskan untuk menanamkan dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari khususnya di Madrasah tercinta. 
“Pada hari Ahad, 1 Oktober 2023, bangsa Indonesia secara serentak memperingati hari yang penuh sejarah yaitu Hari Kesaktian Pancasila. Tidak terkecuali MTsN 6 Bantul ikut memperingati dengan melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti guru, pegawai dan siswa. Kegiatan ini penting untuk memantapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa karena di era globalisasi ini nilai-nilai Pancasila perlu dilestarikan karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kepribadian bangsa yang luhur,” tambahnya. 
Hal senada disampaikan pula oleh Kepala Madrasah, Mafrudah. “Dengan memperingati Hari Kesaktian Pancasila ini kami harap para siswa dapat memahami pentingnya Pancasila sebagai ideologi negara dan menghindari ideologi-ideologi ekstrem yang dapat mengancam kestabilan negara,“ tegasnya. (bel/elw)