JAGA SILATURAHMI, MTSN 6 BANTUL KUNJUNGI PONDOK PESANTREN SEKITAR

Bantul (MTsN 6) – It is important to establish cooperation with external parties in order to improve the quality of relations and cooperation for an educational institution through free chat free for all. Work programs and training objectives can be achieved thanks to the support and good collaboration of partners or external subjects. This is the basis of the steps of MTsN 6 Bantul to make friendly visits to Islamic colleges located in Wonokromo and Jejeran Pleret villages, Bantul. The large number of MTsN 6 Bantul students living in the Islamic colleges in the area requires good cooperation so that the teaching and learning activities (KBM) and the activities in the cottage can synergize and support each other Saturday (13/06/2020) the visit to the Islamic colleges took place. The group composed of the head of the madrasa, Mafrudah, S.Ag. M.Pd.I accompanied by 8 waka staff members visited 7 Islamic boarding schools, including Al Wahbi Islamic Boarding School, Fadlun Minalloh, Baiqunniyah, Al Fitroh, Nahdatul Syuban, Al Mahalli and Al Imam. “We need to establish good communication with Islamic colleges, especially in the month of Shawwal. Since the condition of the Pleret area is a green zone due to the COVID-19 pandemic, this is the right time to stay in touch, “said Mafrudah, starting the visit.

Some of the things that were conveyed during the visit were congratulations on Eid Al-Fitr 1441 H, the socialization of the PPDB program and other madrasa programs.

The leader of the Islamic college met by the MTsN 6 Bantul team also seemed to welcome the visit and accepted with open arms the invitation to collaborate in guiding the students attending MTsN 6 Bantul. “I support the madrasa program and will not interfere with the policies implemented because it is fully under the authority of MTsN 6 Bantul, as well as with regard to the implementation of the PPDB, we are ready to cooperate,” said KH Sudarman, the custodian of the College of Al Wahbi. With good cooperation, hopefully the quality and quality of madrasa production will also increase. (rt)

Cetak Asesor Andal, Kepala dan Waka MTsN 6 Bantul Ikuti Diklat Asesor

Bantul (MTsN 6) – Dalam rangka mencetak asesor di tingkat MTs untuk menilai kinerja guru sebagai bekal naik pangkat dan pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ( PKB ) di wilayah Kabupaten Bantul, maka dilaksanakan Diklat Asesor PKG di gedung LPMP Kalasan, Sleman Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Selasa hingga Jumat (25-28/08/2020) lalu, diikti oleh tiga puluh orang yang dibagi menjadi dua kelompok.

MTsN 6 Bantul juga turut serta mengirim perwakilan peserta untuk hadir dalam kegiatan yang diadakan oleh K2MTs Bantul bekerjasama dengan LPMP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala MTsN 6 Bantul, Mafrudah, S.Ag. M.Pd.I dan Waka Kurikulum Rina Harwati, M.Pd menjadi wakil madrasah dalam kegiatan yang diikuti oleh kepala madrasah dan guru di wilayah Kabupaten Bantul. Kegiatan Diklat dibuka oleh Kakanwil Kemenag DIY yang diwakili oleh Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag Kanwil DIY, Abdul Su’ud, MSI dan Kepala LPMP, Minhajul Abidin, S.Pd. M.Si. Dalam sambutannya Kepala LPMP menyampaikan rasa terimaksihnya kepada tim K2MTs Bantul yang telah menggandeng LPMP untuk yang ketiga kalinya dalam penyelengaraan Diklat Asesor. “Terimakasih kepada K2MTs Bantul karena telah mempercayakan LPMP DIY dalam memberikan pendidikan dan latihan kepada calon asesor di wilayah Bantul, semoga seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini mampu mengembangkan dan mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh dilapangan,” ucap Minhajul di hadapan peserta.

Diklat ditutup pada Jumat (28/08/2020) oleh Kepala Kantor Kemenag Bantul yang diwakili oleh Kasi Dikmad, Jauhar Mukhlis Salistyanta, S.Ag. Dalam urainnya, Kasi Dikmad Bantul menyampaikan terimaksih kepada seluruh peserta karena acara berjalan dengan lancar dan secara khusus juga memberi ucapan selamat kepada MTsN 6 Bantul atas prestasi nasional yang baru saja diraih dalam Berbagi Praktik Baik Pembelajaran di Era Pandemi Tahun Pelajaran 2020/2021. “Selamat dan sukses untuk kegiatan Diklat, terimakasih telah mengikuti kegiatan dengan tertib, semoga ilmu yang diperoleh mampu menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai asesor, juga selamat untuk MTsN 6 Bantul yang telah menorehkan prestasi  nasional dalam Berbagi Praktik Baik Pembelajaran di Era Pandemi Covid 19. Semoga prestasi tersebut mampu memotivasi madrasah lain untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran,” tutur Jauhar Mukhlis menutup kegiatan Diklat. (rt)

GURU BK MTSN 6 BANTUL ISI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA LAYANAN BIMBINGAN KONSELING

Bantul (MTsN 6) – Penerapan sistem pembelajaran berbasis online di sekolah akibat dampak penyebaran Covid 19 di sebagian besar wilayah Indonesia masih tetap dilaksanakan hingga jangka waktu yang belum dapat ditentukan. Guru sebagai ujung tombak jalannya proses pendidikan dituntut untuk dapat memberikan pembelajaran kepada siswa menyesuaikan kondisi yang ada.

Beragam tehnik modifikasi materi pelajaran telah diterapkan dengan mengedepankan kemudahan buat siswa dalam memahami dan mengakses materi yang disampaikan. Begitu pula yang di upayakan oleh seluruh guru bimbingan konseling di kabupaten Bantul.

Sebagai guru yang bertugas mengawal peserta didik menjadi siswa yang mandiri, guru bimbingan konseling di kabupaten Bantul telah bertekad untuk meningkatkan kualitas pemberian layanan konseling dengan menyusun media layanan BK berbasis online. Realisasi dari tekad tersebut adalah bertempat di MTsN 5 Bantul, pada Selasa (21/0/2020) dilaksanakan pelatihan pembuatan media layanan BK melalui aplikasi konten YouTube.

Drs. Tavif Raharja, Kepala MTsN 5 Bantul yang hadir dan membuka kegiatan menyampaikan harapannya. “Semoga dengan adanya pelatihan pembuatan media layanan BK mampu meningkatkan kinerja guru BK dalam memberikan layanannya kepada peserta didik, sehingga meskipun masa pandemi program BK tetap dapat terlaksana”, kata Tavif dalam sambutannya.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ritaningsih Sudjoko, M.Pd, koordinator BK dari MTsN 6 Bantul. Dalam materi yang disampaikan, Ritaningsih mengupas langkah-langkah pembuatan media video power point yang dikreasikan ke dalam konten YouTube. Peserta yang hadir berjumlah 25 orang yang berasal dari seluruh madrasah tsanawiyah baik negeri maupun swasta di kabupaten Bantul.

Salah seorang peserta dari MTs Muhammadiyah Kasihan, Wiranti S.Pd mengaku senang dan tertarik dengan materi yang disampaikan. “Saya senang sebab dengan adanya pelatihan ini menambah wawasan saya dalam menyusun media layanan BK di madrasah saya”, ungkap Wiranti penuh semangat. (rt)

KAMPANYE PENCEGAHAN COVID-19, GURU MTS NEGERI 6 BANTUL TUGASI SISWA MENULIS POSTER

Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) – Pencegahan penyebaran virus covid-19 dilakukan melalui kampanye oleh guru dan pegawai MTs Negeri Bantul. Hal yang paling nyata dilakukan adalah kampanye melalui poster. Guru SBK MTs Negeri 6 Bantul memberikan penugasan kepada siswa kelas VIII untuk mengumpulkan poster pencegahan meluasnya penularan virus covid-19.

Langkah ini sebagai tindak lanjut dari edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 dan SE Kemenag DIY No. B-1096 Tahun 2020. Sesuai poin nomor 4 dalam panduan pembelajaran di rumah selama covid-19, guru dalam memberikan materi dan tugas hendaknya menyesuaikan dengan minat dan kondisi siswa, dan difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup mengenai pandaemi covid-19.

Berangkat dari latar belakang itulah, Fauka Nurul selaku guru SBK MTs Negeri 6 Bantul berhasil mengumpulkan poster dari para siswa yang digambar dan diwarnai menggunakan spidol dan crayon. “Para siswa ada yang mengumpulkan poster larangan ke luar rumah, imbauan cuci tangan sesering mungkin, gunakan masker saat keluar rumah, dan lain-lain,” ujar Fauka.

Mafrudah selaku Kepala MTs Negeri 6 Bantul menyampaikan kepada guru agar dalam memberikan tugas kepada para siswa tidak berat tetapi yang terpenting ditekankan pada pendidikan terkait dengan kecakapan hidup. “Informasi yang ada berkaitan dengan covid-19 banyak sekali beredar. Bahkan, menjadi konsumsi para siswa setiap hari yang bisa didapatkan melalui televisi, internet, dan juga koran. Informasi yang ada kami imbau kepada guru-guru untuk dimanfaatkan dalam pemberian materi dan tugas sesuai mata pelajaran yang diampunya,” tutur Mafrudah.

Sementara itu, M. Ilham mengaku senang dengan tugas yang diberikan oleh Bu Fauka ini. “Saya langsung mengerjakannya karena menurut saya menggambar adalah aktivitas yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan,” ungkapnya. Poster-poster dan gambar komik yang terkumpul akan dijadikan sebagai nilai proyek para siswa. (Rin)

Pelaksanaan Try Out UNBK Berbasis Komputer di MTsN 6 Bantul

Bantul (MTsN 6 Bantul)—Selama 4 hari yaitu sejak Senin – Kamis (20-23/1) MTsN 6 Bantul menggelar TRY OUT Ujian Nasional Berbasis Komputer atau Computer Basic Test (CBT). TO CBT diikuti oleh seluruh siswa kls 9 sebanyak 189 orang, adapun mata pelajaran yg diujikan adalah mata pelajaran UNBK yaitu bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam. TO CBT dilakukan secara semi online sebagaimana halnya simulasi UNBK yang dilaksanakan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) kementerian pendidikan dan kebudayaan, artinya siswa mengerjakan soal secara offline dari server dan hasil jawabannya diupload secara online.
TO CBT diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) kabupaten Bantul mengulang program yg sama tahun sebelumnya yang berjalan dengan sukses, karena waktunya lebih efektif dan biayanya lebih efisien. Kegiatan TO CBT di MTsN 6 Bantul berjalan dengan sukses selama berjalan, bahkan siswa mengikuti dengan antusias dan penuh kesungguhan. “Alhamdulillah berjalan lancar, siswa masuk dan keluar sesuai dengan waktu yang diberikan, listrik juga tidak ada kendala”, komentar Wijiyanto yang bertugas sebagai tehnisi dalam kegiatan TO CBT ini. Mulai tahun 2020 ini MTsN 6 Bantul menggelar TO CBT sebanyak 2 sessi.
Dimotori oleh 2 orang proktor yaitu Rahmat Supriyadi, S.Pd dan Umi Kultsum,M.Si dibantu 1 orang teknisi. Fasilitas yang disediakan adalah 4 unit server dan 103 unit komputer dilengkapi ruangan ber AC Kepala MTsN 6 Bantul, Mafrudah, S.Ag, M.PdI optimis fasilitas yang ada mampu mendukung kenyamanan siswa dalam mengerjakan soal sehingga menghasilkan prestasi yang gemilang. “Selain dukungan akademis, fasilitas juga perlu kita perhatikan demi kenyamanan anak-anak dalam mengikuti ujian” ungkap Mafrudah saat melihat langsung pelaksanaan TO CBT. (rt)

Kepala MTsN 6 Bantul Menjadi Perwakilan Alumni Saat Penutupan Diklat Revolusi mental

Bantul (MTsN 6 Bantul)—Kegiatan Diklat Revolusi Mental Budaya Kerja Pelayanan Bagi Madrasah di wilayah kerja kantor kementerian agama Kabupaten Bantul yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang tahun 2020 yang berlangsung sejak tanggal 10-15 Februari 2020 telah berakhir. Banyak ilmu dan pengalaman berharga yang telah diperoleh seluruh peserta Diklat. Tujuan utama dari pelaksanaan Diklat ini adalah turut membantu program pemerintah dalam upaya melakukan perubahan secara revolusioner melalui Inpres No 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
GNRM ini ingin menciptakan manusia Indonesia baru yang memiliki cara pandang, cara berfikir, cara kerja yang berlandaskan etos kerja, integritas dan gotong royong. Diharapkan seluruh peserta Diklat mampu menjadi agen-agen perubahan di instansi masing-masing. Tampil sebagai wakil dari 40 alumni Diklat Revolusi mental, kepala MTsN 6 Bantul Mafrudah, S.Ag, M.PdI.
Dihadapan panita, peserta dan Widyaiswara, Mafrudah menyampaikan rasa terimaksihnya kepada Balai Diklat Semarang atas kesempatan yang telah diberikan kepada peserta untuk mengkiuti kegiatan juga permohonan maaf bila selama proses pembelajaran ada hal yang kurang berkenan di hati panitia dan widyaiswara.
“Terimakasih sebesar-besarnya kepada widyaiswara atas kesabarannya dalam memberikan materi selama kegiatan Diklat, semoga kami semua mampu melakukan perubahan dalam hal pelayanan kepada publik,” ungkap Mafrudah saat diminta meyampaikan pesan dan kesan selama Diklat. (rt)

Kurangi Sampah Plastik, MTsN 6 Bantul Luncurkan Program Galonisasi

Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) – Upacara bendera (10/2/2020) di halaman MTs Negeri 6 Bantul dilanjutkan dengan launching program galonisasi di semua kelas. Masing-masing kelas menerima penyerahan dispenser beserta galon dari madrasah. Dilakukannya gerakan ini guna memenuhi kebutuhan siswa akan air minum dan memfasilitasi agar para siswa tidak jajan minuman secara sembarangan. Seperti diketahui bersama bahwa selain darurat sampah, para siswa juga dikhawatirkan mengonsumsi minuman tidak sehat dalam jumlah yang banyak. Jika hal ini terjadi, maka siswa akan rentan terjangkit penyakit.
Saat launching, kepala madrasah, kepala tata usaha, dan wakil kepala urusan sarana prasarana menyerahkan satu galon dan satu dispenser kepada ketua kelas. Jika air habis, maka siswa dapat menukarkannya dengan galon berisi kepada madrasah. Mafrudah, Kepala MTs Negeri 6 Bantul menyatakan bahwa madrasah bertekad untuk memberikan pelayanan yang baik kepada para siswa terkait pemenuhan kebutuhan air minum setiap harinya. Dengan membawa tempat minum sendiri, setiap saat siswa dapat minum sesuai kebutuhannya. “Madrasah juga berupaya mengurangi sampah plastik yang tidak dapat didaur ulang melalui penyediaan galon ini. Dulu siswa selalu jajan minuman berplastik sehingga tampak beberapa sudut sekolah berserakan sampah. Tidak sedikit siswa yang membuang sampah sembarangan. Jika hujan turun, plastik-plastik tersebut akan sulit disapu,” ungkapnya.

Imbau Siswa Bawa Alat Makan, Cara MTsN 6 Bantul Kurangi Sampah Plastik

Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) – Keprihatinan MTs Negeri 6 Bantul terhadap meningkatnya volume sampah plastik yang berterbaran di madrasah memunculkan ide untuk mengurangi bahkan melakukan pelarangan penggunaan plastik di kantin madrasah. Pelarangan ini tidak hanya berlaku untuk para siswa, tetapi juga guru dan pegawai. Hal ini menyusul setelah adanya penguatan dari pemerintah yang memberlakukan sebuah gerakan pelarangan sampah plastik masuk ke sekolah atau madrasah.

Mafrudah Kepala MTs Negeri 6 Bantul sejak Senin (3/2/2020) memulai gerakan ini dengan mewajibkan para siswa untuk membawa alat makan dan minum yang bisa dicuci berkali-kali. “Kami mewajibkan para siswa untuk membawa tempat makan dan minum yang dicuci dan disimpan sendiri oleh siswa dan ditinggalkannya di dalam kelas. Kami juga melarang para siswa membawa sampah plastik ke madrasah dan mengumpulkan penjaga kantin untuk menyukseskan program ini” ungkapnya.

Upaya penyelamatan bumi memang harus ditanamkan pada generasi muda sejak mereka berada di bangku sekolah. Banyaknya limbah plastik yang tidak dapat didaur ulang harus dikurangi, bahkan pada saatnya nanti tidak digunakan sama sekali. Sebelum kebijakan ini diterapkan, Mafrudah juga mengajak elemen terkait untuk menyukseskan program ini, misalnya orang tua wali dan penjual jajaan dari luar. “Harapan kami, orang tua bisa mendukung program madrasah dengan memfasilitasi anak-anak dalam membawa alat makan dan minum, dan bahkan membawakan anak-anak bekal makan di rumah,” tuturnya.

Sementara itu, Harnetti selaku Wakil Kepala Urusan Sarana Prasarana dan Ahmad Daris Mustaffa selaku Wakil Kepala Urusan Kehumasan berkolaborasi untuk menyukseskan program madrasah ini dengan memantau secara berkala para siswa yang membawa perlengkapan makan dan minum. “Kami tempel pengumuman di masing-masing kelas sejak jauh hari agar ada kesempatan bagi siswa untuk bersiap-siap melakukan pengadaan perlengkapan makan dan minum,” kata Harneti.

Meski pada awalnya para siswa merasa repot dan ada beberapa yang belum tertib, tetapi seiring berjalannya waktu mereka melakukannya dengan nyaman. “Membawa alat makan dan minum di sekolah melatih kami untuk tertib mencuci dan memakainya kembali setelah bersih,” ungkap Latifah kelas IXE. (rin)

Tingkatkan Publikasi Ilmiah, Guru BK MTsN 6 Bantul Ikuti Workshop Penyusunan Penelitian Tindakan BK

(MTsN 6 Bantul)—Al fine di migliorare le prestazioni e le competenze degli insegnanti BK in termini di pubblicazioni scientifiche e implementazione di servizi di orientamento e consulenza agli studenti, è stato svolto il “Workshop sulla preparazione della preparazione alla ricerca sull’azione di consulenza”. La speranza di questa attività è che oltre a produrre lavori sotto forma di risultati di ricerca in grado di migliorare la qualità delle prestazioni degli insegnanti BK, sia anche uno sforzo per aiutare in modo ottimale il rendimento dell’apprendimento degli studenti nelle scuole. Questo workshop è una collaborazione tra MGBK Bantul Regency e MTs Al Falaah come facilitatore.

Questo workshop si è tenuto presso MTs Al Falaah Pandak, a cui hanno partecipato 30 insegnanti MTs BK pubblici e privati ​​nel distretto di Bantul. Si tiene 2 giorni, venerdì e sabato, 21-22 febbraio 2020. MTsN 6 Bantul come madrasa è consapevole dell’importanza di aggiungere intuizione e conoscenza agli insegnanti attraverso attività come seminari, chat gratis,  inviando tutti i BK in queste attività. Sono Ritaningsih Sujdoko, M.Pd e Sutarti, S,Pd.

Presenti per tenere un discorso all’inaugurazione, il capo degli MT Al Falaah KH Murot, S.Ag e il coordinatore BK del K3M, i dott. Tafiv Raharja. Nel suo intervento, Tafiv ha espresso diverse cose, tra cui presentarsi a tutti gli insegnanti BK presenti sul suo nuovo incarico e sul suo piacere per le attività del workshop che si stanno svolgendo.

“Speriamo che questo seminario di ricerca sull’azione di orientamento alla consulenza sia in grado di dare un contributo positivo al miglioramento della qualità dell’orientamento e alla consulenza degli insegnanti nel fornire servizi agli studenti, un apprendimento felice, si spera che si svolga senza intoppi fino alla fine dell’attività”, ha affermato nel suo osservazioni.

Presente come risorsa, Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd della Ahmad Dahlan University. Il docente che sta attualmente conseguendo il dottorato ha fornito materiale sull’educazione del carattere nell’era 4.0, procedure di ricerca-azione, preparazione di rapporti PTBK, identificazione di problemi e preparazione di proposte. I partecipanti al seminario si sono detti felici e hanno aiutato molto a condurre una ricerca-azione sull’orientamento della consulenza.

“Alhamdulillah, capisco le procedure che devono essere eseguite, facilitando l’implementazione sul campo”, ha commentato Sutarti, uno dei partecipanti quando gli è stato chiesto quali vantaggi potrebbe ottenere. Come manifestazione della realizzazione dell’attività, il tutoraggio è stato svolto da persone di riferimento nella realizzazione del PTBK che sarebbe stato seguito da diversi partecipanti. (rt)