Hari Ketiga PAS, Siswa MTsN 6 Bantul Masih Antusias Gunakan JMD

Bantul – (MTsN 6 Bantul) Penggunaan aplikasi Jogja Madrasah Digital (JMD) dianjurkan oleh Kanwil Kementerian Agama Yogyakarta. MTsN 6 Bantul terus konsisten dalam memanfaatkan dan mengintegrasikan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar. Teknologi yang menyediakan berbagai fitur yang mendukung guru dan siswa dalam pembelajaran, termasuk ujian online, materi interaktif, dan evaluasi kemajuan belajar untuk memudahkan proses pembelajaran dan penilaian siswa.

Rabu (29/11/2023) adalah hari ketiga pelaksanaan PAS di MTsN 6 Bantul tahun pelajaran 2023-2024.  Siswa juga merespon positif terhadap penggunaan aplikasi JMD. Qiqi Sabila Haqii, seorang siswa kelas IX, mengatakan, “Saya suka ujian online seperti ini. Lebih seru, dan kita bisa langsung tahu hasilnya setelah selesai. Aplikasinya juga mudah digunakan.”

Kepala MTsN 6 Bantul,  Mafrudah juga menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran adalah langkah yang sangat positif. “Kami berusaha terus meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah ini. Pemanfaatan aplikasi Jogja Madrasah Digital di ujian ini akan kami pantau perkembangannya guna menuju pembelajaran yang lebih modern dan efektif,” ujar Mafrudah.

“Dengan pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan PAS, MTsN 6 Bantul tidak hanya menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi para siswa. Semoga langkah inovatif ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran,” ungkap Novrita yang memanfaatkan JMD untuk mengunggah soal PAS. (nov)

Guru MTs 6 Bantul Terima Hadiah dalam Acara Senam HUT PGRI Bantul ke-78 di Stadion Sultan Agung

Bantul (MTsN 6 Bantul) –  Suasana kegembiraan menyelimuti guru MTsN 6  Bantul dalam rangka peringatan HUT PGRI yang ke-78, Sabtu (25/11/2023). Kali ini, acara senam yang diikuti oleh para guru mulai dari tingkat Paud ,TK ,SD/MI, SMP /MTs dan SMA /SMK /Aliyah  menjadi puncak keceriaan dengan pemberian hadiah doorprize. Guru-guru MTsN 6 Bantul mengikuti  senam dan penuh semangat yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT PGRI yang lainya. Para peserta senam menggambarkan kolaborasi dan kebersamaan, memperlihatkan semangat dalam menjalani tugas mulia mereka sebagai pendidik.

Kepala MTs 6 Bantul Mafrudah menyampaikan apresiasi kepada para guru yang turut serta aktif dalam kegiatan senam di stadion Sultan Agung  “Senam ini bukan hanya sebagai wujud kebugaran jasmani, tetapi juga simbol kekompakan dan semangat juang dalam dunia pendidikan,” ungkapnya. Sutarti dan Ibu Susi Puspitasari adalah dua guru MTsN 6  Bantul sangat gembira  karena  mendapat hadiah  berwujud kompor gas . Keduanya menerima hadiah secara langsung dari panitia penyelenggara, sambil disambut sorak-sorai meriah dari rekan-rekan guru dan peserta lainnya.

Pemberian hadiah ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi  senam, tetapi juga sebagai simbol motivasi untuk terus menginspirasi dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Semoga semangat kebersamaan dan prestasi ini dapat terus berkembang di MTsN 6 Bantul. Dengan penuh semangat dan dedikasi, para guru MTs melangkah maju menuju masa depan pendidikan yang lebih baik. Selamat HUT PGRI ke-78. (tar/put)

Asyiknya Belajar, Siswa MTsN 6 Bantul Jadikan Sampah sebagai Teman

Bantul – (MTsN 6 Bantul) Salah satu tema yang diusung dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di MTsN 6 Bantul adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Langkah nyata yang diambil oleh siswa adalah pembentukan kelompok diskusi dan penelitian tentang gaya hidup berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bahan diskusi hangat saat tim P5 tema gaya hidup berkelanjutan dengan koordinator Ma’mur Amprani, Jumat (24/11/2023) di ruang guru menyusun laporan pelaksanaan. Mereka secara aktif mempelajari konsep-konsep seperti pengurangan limbah, penghematan energi, dan penggunaan bahan ramah lingkungan. Diskusi ini dipandu oleh para guru yang berkomitmen untuk membimbing siswa dalam memahami dampak kecil yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan keberlanjutan.

“Kami bangga melihat semangat siswa-siswa kami dalam memahami dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Mereka bukan hanya pemimpin di masa depan, tetapi juga agen perubahan positif saat ini,” kata Mafrudah selaku Kepala Madrasah MTsN 6 Bantul. Beliau juga berpesan agar para koordinator pelaksanaan 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, Recover) segera mengambil langkah untuk menyusun kurikulum pembelajaran gaya hidup berkelanjutan. Selain itu, perlu memilih guru yang tepat untuk mengajar gaya hidup berkelanjutan, membuat jadwal dan menentukan hari pembelajaran, mengundang narasumber dari DLH Kabupaten Bantul, dan mempraktikkan materi yang diajarkan pada siswa.

Dengan semangat proaktif siswa MTsN 6 Bantul dalam mengadopsi gaya hidup berkelanjutan, harapannya adalah bahwa inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum sekolah, tetapi juga menjadi gaya hidup yang melekat dalam setiap individu, membentuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (mur/nov)